Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Hutan tanaman industri APRIL mendukung model Produksi-Proteksi kami dengan berfungsi sebagai zona penyangga yang membantu melindungi kawasan konservasi dan restorasi khusus.
Menjalankan Komitmen
APRIL terus menjunjung tinggi komitmen anti-deforestasi kami yang termaktub dalam Kebijakan Keberlanjutan kami. Kami berjanji untuk tidak melakukan pembangunan di hutan bernilai konservasi tinggi (HCV), memastikan perlindungannya menjadi bagian dari pendekatan manajemen lanskap terpadu kami. Kawasan-kawasan ini telah diidentifikasi berdasarkan penilaian HCV-HCSA (HCV-High Carbon Stock Approach). Komitmen ini mencakup konsesi kami sendiri, mitra pemasok jangka panjang, dan pemasok pasar terbuka.
Berkat komitmen anti-deforestasi kami yang komprehensif, kami telah menerapkan praktik dan sistem yang diperlukan untuk mematuhi Peraturan Deforestasi Uni Eropa
(EUDR) yang akan datang serta kerangka kerja peraturan terkait keberlanjutan lainnya.
KEHUTANAN BERKELANJUTAN
Kemajuan 1-for-1
Kawasan konservasi di dalam konsesi kami dan konsesi mitra pemasok jangka panjang kami berkontribusi pada komitmen 1-for-1 kami, yaitu melestarikan satu hektare hutan untuk setiap hektare hutan tanaman yang kami kelola. Pada tahun 2025, kawasan konservasi dan restorasi kami setara dengan 76% dari luas area tanam kami. Hal ini didukung oleh pendekatan Produksi-Proteksi terpadu kami yang mempertimbangkan sasaran ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam upaya pengelolaan hutan berkelanjutan. Pendekatan kami mencakup perlindungan kawasan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) serta peningkatan integritas ekosistem dan keanekaragaman hayati, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui hutan tanaman industri berkelanjutan.
Pengelolaan Hutan
- Pendekatan Terpadu
- Perkebunan Mata Pencaharian
- Berinovasi untuk Meningkatkan Produktivitas
- Mengurangi Insiden Kebakaran
Pendekatan Terpadu
Pendekatan Produksi-Proteksi kami terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan menyeimbangkan pertimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan kami untuk melindungi kawasan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) yang memperkuat integritas ekosistem dan keanekaragaman hayati, sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi melalui produksi hutan tanaman industri (HTI) berkelanjutan. Penciptaan lapangan kerja di seluruh area konsesi kami membangun masyarakat lokal yang lebih sejahtera, sementara kawasan konservasi khusus dilindungi oleh HTIkami, yang bertindak sebagai zona penyangga untuk melindungi dari potensi perambahan atau aktivitas ilegal.
Perkebunan Mata Pencaharian
Di dalam area konsesi kami, lebih dari 40.000 hektare kawasan konsesi kami digunakan untuk program perkebunan mata pencaharian, yang dijalankan dalam kemitraan dengan masyarakat setempat. Di sini, anggota masyarakat memperoleh pendapatan untuk setiap rotasi panen perkebunan Akasia dan Eukaliptus komersial. Sebagian dari kawasan ini digunakan untuk perkebunan karet dan kelapa sawit, yang kemudian dipanen secara berkelanjutan dan dipasarkan oleh masyarakat. Selain membudidayakan dan menjual hasil hutan kayu dan bukan kayu, warga juga dapat menanam tanaman di kawasan konsesi ini, sehingga berkontribusi terhadap ketahanan pangan.
Berinovasi untuk Meningkatkan Produktivitas
Tim Litbang (R&D) kami bertugas meningkatkan produktivitas hutan tanaman serat sebesar 50% pada tahun 2030, untuk memenuhi target penting dalam komitmen Lanskap yang Berkembang (Thriving Landscapes) kami. Tim tersebut mengeksplorasi cara-cara untuk mengadopsi rencana pengelolaan spesifik lokasi yang memanfaatkan Silvikultur untuk mengoptimalkan kesehatan pohon dan Kehutanan Presisi, di mana teknologi canggih memungkinkan kami mengumpulkan data spesifik lokasi. Kami juga meningkatkan produktivitas melalui strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu serta upaya Peningkatan Genetik yang berfokus pada pembiakan pohon Eukaliptus dan Akasia secara etis dengan sifat genetik yang diinginkan.
Mengurangi Insiden Kebakaran
Kebakaran dapat menghambat upaya keanekaragaman hayati dan konservasi kami, serta membahayakan kesehatan dan nyawa staf serta masyarakat setempat. Untuk mencegahnya, kami menerapkan kebijakan Tanpa Bakar (No-Burn) yang ketat untuk pengelolaan lahan kami sendiri maupun pemasok kami. Kami juga menjalankan Program Desa Bebas Api (FFVP) yang bersifat edukatif bagi anggota masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran tentang praktik pengelolaan kehutanan berkelanjutan.
Didirikan pada tahun 2014, FFVP membantu mempromosikan pemahaman mendalam tentang konsekuensi lingkungan dan sosial dari kebakaran, memberdayakan masyarakat untuk menjadi peserta aktif dalam upaya pencegahan kebakaran. Sebanyak 42 desa di lima kabupaten di Provinsi Riau berpartisipasi dalam program ini, yang mencakup total area seluas lebih dari 900.000 ha.
Sekali lagi, teknologi memainkan peran penting. Kami telah melakukan investasi besar dalam teknologi deteksi dan pemadaman kebakaran, termasuk pencitraan satelit dan menara CCTV di hutan tanaman industri kami.
Pengadaan Kayu yang Bertanggung Jawab
Semua pemasok harus mematuhi komitmen Kebijakan Keberlanjutan kami, Kebijakan Pengadaan Kayu dan Serat kami, serta Kode Etik Pengadaan RGE, untuk memastikan bahwa semua kayu dan serat berasal dari hutan tanaman yang dikelola secara bertanggung jawab dan bebas dari risiko lingkungan maupun sosial.
APRIL menilai pasokan kami untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan kebijakan ini, dan semua kayu yang bersumber menjalani uji tuntas komprehensif menggunakan Sistem Manajemen Terpadu (IMS) kami, termasuk pasokan yang bersumber dari konsesi kami sendiri dan mitra pemasok jangka panjang, yang juga tunduk pada Prosedur Kepatuhan Pemasok kami untuk pasokan yang bersumber dari pemasok pasar terbuka.
Semua pemasok harus menyelesaikan penilaian mandiri dan melakukan tinjauan dokumen utama, termasuk sertifikat, lisensi hukum, data tata guna lahan, dan tutupan lahan. Semua pemasok juga harus berkomitmen pada perlindungan dan konservasi kawasan hutan serta pengelolaan lahan gambut yang bertanggung jawab.
Jika terjadi pelanggaran kebijakan, kami secara konstruktif melibatkan pemasok untuk menyelesaikan dan mencegah ketidakpatuhan lebih lanjut melalui rencana tindakan korektif. Kami melacak implementasi dan hasil dari rencana ini, menggunakan mekanisme pemantauan yang kuat dan transparan.
Pemantauan Lanskap
Semua konsesi APRIL dan pemasok dipantau dari deforestasi melalui citra satelit dan drone untuk observasi udara. Tim verifikasi lapangan kami mengidentifikasi, memverifikasi, dan mendokumentasikan perubahan tutupan lahan. Analis penginderaan jauh kami melakukan survei setiap dua minggu untuk mendeteksi contoh perubahan tutupan lahan. Ini mencakup seluruh area kelola kami untuk entitas APRIL dan mitra pemasok, serta pemasok pasar terbuka kami berdasarkan pemeriksaan acak (spot check).
PUSAT BERITA







