Konservasi
Kami aktif dan senantiasa melindungi area konservasi dan restorasi dalam kawasan konsesi kami, sekaligus memperluas pekerjaan bersama mitra konservasi dan masyarakat di luar batas kawasan konsesi kami.
Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Ekosistem
Alam yang Berkembang Pesat
Melestarikan alam dan bentang alam sangat penting bagi kelangsungan bisnis kami dalam jangka panjang, kesejahteraan masyarakat lokal, serta pertumbuhan sosial ekonomi Indonesia. Pada tahun 2025, kami merilis Strategi Thriving Nature APRIL, yang akan memajukan komitmen capaian keanekaragaman hayati yang positif dalam tahun-tahun mendatang.
Diluncurkan pada Kongres Konservasi Dunia di Abu Dhabi, Strategi Thriving Nature merupakan kerangka kerja ambisius yang memperkuat kegiatan konservasi, restorasi, dan pemantauan hutan kami. Tujuannya didasarkan pada pendekatan holistik yang berupaya meningkatkan pemahaman kami tentang bentang alam hutan tropis dan dampak kesehatan hutan yang berkelanjutan terhadap praktik dan operasional bisnis APRIL.
Yang terpenting, strategi ini didukung oleh data dan berbasis sains yang memanfaatkan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, berbagai tingkat pemerintahan, dan rekan industri, untuk memberikan manfaat bersama.
Selain program keberlanjutan jangka panjang, kemitraan, dan upaya pelibatan masyarakat APRIL, strategi ini juga mengacu pada kerangka kerja internasional yang diakui, termasuk Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal Perserikatan Bangsa-Bangsa serta Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia 2025–2045 (IBSAP).
Lahan Gambut Konservasi
Lahan gambut mencakup 606.871 hektar dari total area hutan tanaman dan konservasi yang kami kelola, dengan 327.964 hektar (54%) didedikasikan untuk konservasi dan 278.906 hektar (46%) terletak di hutan tanaman yang sudah ada. Sekitar 70% dari total area konservasi kami adalah lahan gambut tropis, dengan porsi yang signifikan berada di area konservasi RER, sebuah hutan rawa gambut penyimpan karbon yang berukuran dua kali lipat luas Singapura.
Pekerjaan bentang alam kami menghasilkan pengetahuan ilmiah yang memajukan ilmu pengetahuan lahan gambut, dan kami membagikan data serta temuan kami kepada komunitas ilmiah nasional dan global serta pemangku kepentingan lainnya.
Pada tahun 2025, kami mempertahankan dan memperbarui kemitraan serta kolaborasi yang ada, berpartisipasi dalam konferensi ilmiah dan dialog berkelanjutan, serta memfasilitasi publikasi ‘Challenge & Collaboration’ oleh Kelompok Kerja Pakar Gambut Independen (IPEWG), sebuah laporan yang merefleksikan sepuluh tahun masa kerja IPEWG yang kini telah dibubarkan. Hingga Desember 2025, para ilmuwan APRIL telah terlibat dalam 296 kolaborasi, berpartisipasi dalam 115 konferensi, dan berkontribusi pada 19 publikasi tentang ilmu lahan gambut.
Perlindungan Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati telah menurun dengan laju rata-rata 73% sejak tahun 1970, dengan 85% spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) menghadapi hilangnya habitat. Dunia usaha perlu secara aktif dan bertanggung jawab mengelola serta melindungi modal alam, baik di dalam operasional mereka maupun di luarnya.
Di APRIL, kami mengamati keanekaragaman hayati satwa liar di kawasan konsesi kami menggunakan perangkap kamera jarak jauh. Kamera ini dipasang pada posisi tetap dan akan aktif saat mendeteksi pergerakan. Kamera ini sama sekali tidak menghambat atau memengaruhi kesejahteraan hewan. Baru-baru ini, kami menggunakan Alat Pemantauan dan Pelaporan Spasial (SMART) baru untuk mengumpulkan, menyusun, dan menganalisis data lapangan yang membantu kami mencegah perdagangan satwa liar ilegal. Upaya ini dilakukan dalam kerja sama dengan Wildlife Conservation Society (WCS). Kami mengandalkan citra satelit dan drone untuk melakukan pengamatan udara terhadap kawasan konsesi yang dikelola tim kami atau pemasok kami, agar dapat segera mengambil tindakan terhadap aktivitas deforestasi. Semua upaya perbaikan didokumentasikan dan dijamin secara independen setiap tahun agar kami dapat tetap transparan tentang cara kami mengelola dan melindungi bank tanah kami.
PUSAT BERITA







