Lanskap yang Berkembang
Kami menganggap konservasi sebagai investasi, bukan biaya. Kami memperjuangkan konservasi sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan lanskap Produksi-Perlindungan kami.
Berkontribusi pada SDG:
Konservasi Bersama Masyarakat
Pada 2022, APRIL menjalin kemitraan dengan empat desa berbatasan dengan wilayah operasional kami untuk mendukung konservasi hutan masyarakat – Pelalawan, Teluk Meranti, Pulau Muda, dan Penyengat.
Setiap desa tersebut mendapatkan dana tahunan yang bernilai USD 10.000 untuk melindungi kawasan hutan yang telah ditentukan melalui penandaan batas, pemasangan papan tanda, aktivitas restorasi dan pengayaan hutan, pengembangan agroforestri, patroli bersama, identifikasi dan monetisasi hasil hutan bukan kayu (HHBK), dan pelibatan masyarakat.
Sasaran jangka panjang kami adalah memperluas upaya konservasi masyarakat hingga 100.000 hektare pada 2030.
Pendanaan untuk Konservasi
Pada 2020, kami membuat mekanisme keuangan yang menghubungkan pasokan serat dengan upaya kami dalam konservasi dan restorasi. Untuk setiap ton kayu tanaman yang dipasok ke pabrik, APRIL mengalokasikan satu dolar untuk konservasi.
Skema pendanaan internal yang unik ini berarti kami telah mengalokasikan sekitar US$75 juta untuk konservasi sejak 2020.
Hal ini berarti bahwa semua bagian dari bisnis, termasuk tim keuangan dan departemen operasional, memiliki kepentingan dalam investasi perusahaan di lanskap alami yang kami kelola dan juga dalam proyek konservasi di luar area operasional kami.
Lebih dari US$14,5 juta diinvestasikan untuk komitmen konservasi dan restorasi pada 2025