Inovasi Kami
Komitmen R&D kami membantu kami meningkatkan hasil panen dari hutan tanaman tanpa memperluas luas area hutan tanaman industri kami. Kami mengoperasikan tiga laboratorium khusus di Pusat R&D kami di Pangkalan Kerinci, yang didukung oleh lebih dari 250 tenaga ahli.
PENDEKATAN
Meningkatkan Hasil Produksi Serat Kami
Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang berdedikasi telah membuka peningkatan produktivitas bagi kami—pada tahun 2025, kami mencapai hasil serat 23,1 ton per hektare dibandingkan 20,3 ton pada tahun 2019. Peningkatan ini diukur dengan melihat rata-rata volume kayu yang dikirim ke pabrik kami dibandingkan dengan luas area yang kami tanam.
Kami mencapai peningkatan ini melalui tiga pendekatan: genetika tanaman unggul, silvikultur presisi , serta penanganan hama dan penyakit terpadu.
KEMAJUAN R&D
Terobosan Perbaikan Genetika
Setelah hampir dua dekade R&D yang berdedikasi, kami mencapai tonggak penting dalam kehutanan pada tahun 2023 dengan mendirikan hutan tanaman akasia klonal pertama di dunia. Selain teknik pemuliaan tanaman tradisional, kami juga telah mengembangkan garis pohon “klonal” yang identik secara genetik.
Keseragaman ini berguna untuk mencocokkan pohon-pohon dengan sifat genetik terbaik ke lokasi yang tepat, yang kemudian akan tumbuh secara terprediksi. Kami juga menerapkan teknik terobosan ini pada hutan tanaman Eukaliptus kami. Pohon-pohon yang ditingkatkan ini ditanam di laboratorium Kultur Jaringan Kerinci (KTC) kami, menghasilkan 50 juta bibit Eukaliptus dan Akasia setiap tahun.
RISET
Ilmu di Balik Keberlanjutan
Penelitian memajukan agenda keberlanjutan global, dan itulah yang kami lakukan saat berkontribusi pada diskusi ilmiah seputar lahan gambut tropis. Kami ingin mendapatkan wawasan tentang bagaimana perubahan penggunaan lahan dapat memengaruhi emisi gas rumah kaca di lahan gambut tropis Sumatra dan melakukan pengumpulan data serta penelitian multi-tahun di berbagai lokasi.
Tim ilmuwan lahan gambut kami berkolaborasi dengan ratusan ilmuwan di seluruh dunia, menghasilkan 14 makalah yang telah ditinjau sejawat, termasuk studi 5 tahun yang diterbitkan dalam jurnal Nature, yang meningkatkan pemahaman tentang ekosistem hutan di wilayah tersebut dan dampaknya terhadap perubahan iklim.