Kebijakan Hak Asasi Manusia kami adalah komitmen kami untuk mengatasi segala potensi dampak terhadap hak asasi manusia yang timbul dari kegiatan operasional kami. Kebijakan ini menegaskan sikap kami yang tidak menoleransi pekerja anak dan pekerja paksa, memastikan upah yang adil dan setara, serta sasaran untuk menyediakan akomodasi dan akses ke layanan penting bagi staf, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, olahraga, dan kegiatan yang mencerminkan keberagaman budaya karyawan kami.
Sejak meluncurkan kebijakan ini pada 2022, kami telah mewujudkan beberapa pencapaian. Salah satunya adalah pembentukan Gugus Tugas Kesejahteraan Anak untuk meluncurkan rencana aksi akses pendidikan bagi anak-anak karyawan yang tinggal di estate hutan tanaman industri (HTI) kami. Kemajuan penting lainnya adalah peluncuran Rencana Aksi Gender pada 2023 untuk meningkatkan jumlah pemimpin perempuan, menjadi satu dari lima manajer pada 2030. Hal ini menunjukkan langkah-langkah yang kami ambil sebagai pendekatan holistik terhadap hak asasi manusia melalui sudut pandang keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI).