Skip to main content
Cari
Target Status, dan Gambaran Umum
svg+xml;charset=utf — APRIL Asia
svg+xml;charset=utf — APRIL Asia
svg+xml;charset=utf — APRIL Asia
svg+xml;charset=utf — APRIL Asia
open — APRIL Asia

Baca pesan selengkapnya

Yth. Pemangku Kepentingan

Kami berharap surat ini menemui Anda dalam keadaan sehat di tengah tantangan hidup dengan COVID-19. Pandemi global terus menguji keteguhan kami sebagai sebuah bisnis di berbagai bidang. Sambil menangani urgensi untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan karyawan serta komunitas kami, kami juga meyakini bahwa tetap berada di jalur dan mempertahankan pandangan jangka panjang terhadap keberlanjutan adalah hal yang sangat penting.

Investasi berkelanjutan pada iklim, alam, dan pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mendesak jika kita ingin mencapai pemulihan yang kuat. Meskipun situasi saat ini penuh tantangan, hal ini juga memberi peluang bagi bisnis, jika dimanfaatkan dengan tegas, untuk bertransformasi demi masa depan menjadi lebih baik.

Hari ini perusahaan kami, APRIL Group, bersama para pemegang saham, manajemen, dan karyawan, mengumumkan APRIL2030. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan dampak positif bagi iklim, alam, dan manusia, sekaligus berkembang sebagai produsen berkelanjutan produk berbahan serat terbarukan.

Pada tahun 2030, kami akan mencapai emisi nol bersih dari penggunaan lahan dan pengurangan emisi karbon dalam proses produksi kami, peningkatan nyata bagi alam, serta nol kemiskinan ekstrem di komunitas kami, sambil mentransformasi bisnis kami untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

APRIL2030 mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di tingkat nasional di Indonesia dan yang lebih penting lagi di tingkat desa di provinsi Riau, tempat operasi kami berada. Visi keberlanjutan sebuah perusahaan tidak akan benar-benar bertahan lama jika masyarakat tertinggal. Sebagai perusahaan yang berbasis di negara berkembang, tanggung jawab untuk beroperasi secara lebih berkelanjutan sambil tetap memberikan kemajuan penting bagi masyarakat menjadi semakin besar dari sebelumnya.

APRIL2030 dibangun di atas komitmen yang tertuang dalam Kebijakan Pengelolaan Hutan Lestari kami (Sustainable Forest Management Policy/SFMP 2.0) dan kemajuan yang telah dicapai dalam implementasinya selama lima tahun terakhir. Perlu ditegaskan, kami akan terus mematuhi komitmen ini di bawah pengawasan dan panduan independen dari Komite Penasihat Pemangku Kepentingan (Stakeholder Advisory Committee/SAC) serta dengan nasihat ilmiah dari Kelompok Kerja Ahli Gambut Independen (Independent Peat Expert Working Group/IPEWG).

Saat kami berupaya berkontribusi pada percakapan global mengenai masa depan bersama dan mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai target iklim dan pembangunannya, kami bertekad memastikan dekade berikutnya menjadi masa transformasi lebih lanjut. Oleh karena itu, kami memperluas komitmen kami untuk mencakup:

  • Mencapai emisi nol bersih dari penggunaan lahan
  • Mengurangi intensitas emisi karbon produk sebesar 25%
  • Memenuhi sebagian besar kebutuhan energi kami dari energi terbarukan dan energi yang lebih bersih
  • Berinvestasi dalam perlindungan, konservasi, dan restorasi alam melalui pendekatan produksi-perlindungan, dengan menjamin pendanaan jutaan dolar per tahun untuk alam
  • Memastikan tidak ada kehilangan bersih (zero net loss) pada kawasan lindung, sekaligus mencapai peningkatan nyata dalam keanekaragaman hayati dan manfaat ekosistem lainnya
  • Mencapai nol kemiskinan ekstrem di komunitas kami, meningkatkan pendidikan, memperbaiki akses ke layanan kesehatan penting, dan memperjuangkan kesetaraan kesempatan bagi perempuan
  • Memajukan ilmu pengetahuan tentang lahan gambut tropis dengan berkontribusi pada pengetahuan dan praktik terbaik global
  • Mengadopsi prinsip sirkularitas dalam bisnis kami, termasuk memperoleh hingga 20% serat selulosa untuk viscose dari tekstil daur ulang

Sebagai perusahaan, kami selalu lebih memilih untuk dikenal melalui tindakan kami daripada janji-janji kami. Maka hari ini kami juga mengumumkan sejumlah inisiatif konkret yang langsung mendorong kami ke tahap pelaksanaan APRIL2030:

  • Komitmen Diperluas untuk Konservasi dan Restorasi Hutan: Dalam upaya memenuhi janji kami untuk melestarikan satu hektare hutan untuk setiap hektare perkebunan (1 banding 1), kami memperluas komitmen konservasi dan restorasi kami untuk juga mendukung inisiatif lain melalui kemitraan dan kolaborasi. Ke depan, kami akan mengalokasikan pendanaan per ton serat yang digunakan dalam produksi yang akan menjamin sekitar 10 juta dolar AS per tahun untuk investasi di bidang alam.
  • Dukungan Perlindungan Satwa Liar: Sejalan dengan target perlindungan hutan dan peningkatan keanekaragaman hayati, kami akan mendukung perlindungan dan konservasi satwa liar di Indonesia, termasuk spesies yang terancam punah, melalui kemitraan dan kolaborasi. Saat ini kami sedang dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk kerja sama di bidang penting ini dengan Wildlife Conservation Society. Hal ini melengkapi upaya konservasi dan restorasi yang telah berlangsung lama bersama mitra lama kami, Fauna & Flora International. Kami memiliki komitmen kuat untuk melindungi satwa liar di area konservasi dan restorasi kami maupun di luar wilayah tersebut. Rincian lebih lanjut mengenai kemitraan ini akan kami sampaikan dalam beberapa bulan mendatang.
  • Pusat Ilmu Lahan Gambut Tropis: Proyek Riau Ecosystem Restoration (RER) kami telah berjalan dengan stabil, melindungi 150.693 hektare hutan lahan gambut yang menjadi rumah bagi lebih dari 700 spesies dan menyimpan sedikitnya 688 juta ton karbon. Kami telah menyelesaikan pembangunan Eco-Research Camp baru di Semenanjung Kampar yang akan menjadi pusat ilmu lahan gambut tropis bagi ilmuwan dan akademisi nasional maupun internasional, serta bagi para pemangku kepentingan yang ingin menyaksikan langsung kerja restorasi ekosistem di lapangan.
  • Pemasangan Panel Surya 20MW pada 2025: Untuk memulai transisi menuju sumber energi terbarukan sebagai bagian dari komitmen kami mengurangi emisi karbon, kami akan memasang panel surya berkapasitas 20MW di pabrik dan operasi serat kami mulai 2021. Ketika selesai pada 2025, ini akan menjadi salah satu instalasi panel surya sektor swasta terbesar di Indonesia.

Kami menyadari bahwa perubahan iklim tidak mengenal batas antara negara maju dan berkembang. Kami mendukung penetapan target berbasis sains dan telah bergabung dengan Science-Based Target Initiative (SBTi) untuk belajar dan berkontribusi pada jaringan tersebut, khususnya di sektor penggunaan lahan. Kami juga meyakini bahwa penetapan target berbasis sains untuk alam adalah satu-satunya jalan ke depan ketika kami mendukung konservasi hutan di Indonesia.

Mencermati pelajaran dari dekade sebelumnya, kita semua tahu bahwa menghadapi tantangan terbesar zaman ini memerlukan aksi kolektif. Kami sepenuhnya percaya bahwa hanya dengan bekerja di lapangan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan lokal, kita dapat memahami realitas mereka secara mendalam dan bersama-sama mengembangkan solusi praktis serta mendorong perubahan yang berkelanjutan. Kita perlu mengarahkan semangat kita melampaui advokasi, menuju pencarian solusi nyata di lapangan. Hanya dengan menantang posisi kita sendiri dan terbuka untuk bekerja sama, kita dapat mengubah periode ini menjadi dekade aksi bagi semua.

Telah terjadi diskusi internal yang intens tentang apakah kami benar-benar siap melaksanakan ini pada saat ketidakpastian baru masih terus berkembang secara global. Pada akhirnya, kami memutuskan bahwa saatnya adalah sekarang atau tidak sama sekali. Ini akan membutuhkan keberanian, tetapi hanya dengan cara inilah perubahan yang berarti dapat dicapai. Kami selalu percaya pada keterkaitan positif antara keberlanjutan dan pembangunan, dan APRIL2030 akan terus mendorong integrasi tujuan ini bagi manusia, iklim, alam, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Kami mengundang Anda untuk mempelajari lebih lanjut rincian komitmen dan target kami untuk dekade berikutnya di https://april2030.aprilasia.com dan menyambut masukan dari Anda.

Hormat kami,

Anderson Tanoto, Direktur
Wang Bo, Presiden, APRIL Group
Bey Soo Khiang, Ketua, APRIL Group

Mengapa APRIL meluncurkan target dan komitmen APRIL2030?

Ketika kami meluncurkan komitmen dan target APRIL2030 pada 2020, kami menegaskan bahwa ini adalah kesempatan bagi kami untuk turut berperan dalam mewujudkan ekonomi rendah karbon dan menciptakan dampak positif bagi iklim, alam, dan masyarakat pada 2030.

Lima tahun berlalu, kami telah mewujudkan apa yang kami janjikan, sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dan transformasi keberlanjutan dapat berjalan beriringan sebagai strategi bisnis yang efektif.

Meskipun peningkatan kapasitas produksi kami telah membuat pencapaian beberapa target awal APRIL2030 menjadi lebih menantang, hal ini juga menunjukkan kemampuan sektor swasta dalam meningkatkan ambisi dan beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi atau pasar.

Pertumbuhan ini telah memperkuat posisi kami dalam mendukung dekarbonisasi operasional, memperluas investasi pada alam dan keanekaragaman hayati, serta mendorong inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat lokal, sambil mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Bagaimana perusahaan menentukan target APRIL2030?

Kami mulai dengan memahami urgensi global – yaitu mencapai agenda pembangunan 2030, memenuhi target iklim untuk menjaga pemanasan global di bawah 1,5 derajat celsius, dan mendukung seruan untuk perlindungan alam yang lebih besar. Inilah dasar bagi pilar komitmen utama: Iklim Positif, Lanskap yang Berkembang, Kemajuan Inklusif, dan Pertumbuhan Berkelanjutan.

Kami kemudian mengkaji tolok ukur industri dan juga berkonsultasi dengan tim pimpinan sehingga kami dapat menentukan tingkat ambisi untuk target tersebut. Target-target ini harus setara dengan ambisi global dan nasional, menantang bagi perusahaan kami, tetapi masih dapat dicapai. Rancangan target tersebut kemudian dipresentasikan kepada tim manajemen operasional kami dalam lokakarya internal untuk ditinjau dan divalidasi.

Terakhir, kami berdiskusi dengan penasihat dan pemangku kepentingan utama kami untuk mendapatkan masukan.

Setelah target ditetapkan, kami kemudian mengidentifikasi metrik utama dan menetapkan garis dasar menggunakan data tahun 2019 yang sudah diverifikasi oleh KPMG PRI.Secara keseluruhan kami memiliki empat pilar komitmen, 18 target, dan 35 indikator.

Apakah komitmen APRIL2030 sejalan dengan sasaran pemerintah Indonesia?

APRIL2030 mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai sasaran iklim, konservasi keanekaragaman hayati, dan pembangunan. Mengingat keberadaan area operasional kami, dukungan kami diwudukan terutama melalui implementasi langsung di lapangan pada tingkat kabupaten dan desa.

Bagaimana target APRIL2030 mendukung SDG?

APRIL2030 mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di tingkat nasional Indonesia, dan yang lebih penting lagi, di tingkat desa di Provinsi Riau. Pada 2018, kami bekerja sama dengan PwC Singapura dalam proses untuk mengidentifikasi SDG prioritas kami dan telah memilih 4 SDG sebagai prioritas Inti (SDG 12, 13, 15, dan 17) serta 3 SDG sebagai prioritas Katalis (SDG 3, 4, 6). Penyelarasan target kami dengan target SDG yang relevan dapat dilihat di sini .

Apakah APRIL2030 menggantikan SFMP 2.0?

APRIL2030 meneruskan Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (SFMP) 2.0 dan kemajuan yang telah dicapai dalam penerapannya selama lima tahun. Kami akan terus mematuhi kebijakan ini, dengan pengawasan kinerja kami oleh Komite Penasihat Pemangku Kepentingan (SAC) dan pihak penjamin independen.

Bagaimana APRIL menetapkan garis dasar untuk targetnya?

Untuk setiap target dalam empat pilar komitmen, kami menetapkan indikator yang membentuk 35 metrik kinerja untuk keseluruhan APRIL2030. Guna mengukur kemajuan setiap target, kami menetapkan garis dasar untuk sebagian besar indikator menggunakan data 2019. Dasar ini diverifikasi secara independen oleh KPMG PRI Canada dan telah dinilai sesuai dengan tujuan dan akurat.

Siapa yang bertanggung jawab mencapai target ini? Di mana letak akuntabilitas dalam perusahaan?

APRIL2030 ada di seluruh tingkatan dalam perusahaan. Tim kepemimpinan senior telah menjadi bagian dari proses sejak awal, menetapkan tingkat ambisi, memberikan arahan strategis, dan menyediakan sumber daya yang diperlukan, mulai dari fase pengembangan pada 2019 hingga pelaksanaannya sampai dengan 2030.

Setiap pilar komitmen memiliki Champion yang merupakan anggota manajemen senior dan setiap Champion membentuk kelompok kerja bagi target-target utama. Kelompok kerja tersebut mengembangkan rencana aksi yang merupakan bagian dari rencana operasional. Dalam praktiknya, target APRIL2030 tertanam dalam KPI individual dan dalam pemantauan dan pelaporan rutin yang dilakukan di dalam perusahaan kami.

Bagaimana APRIL melacak kemajuan pelaksanaan target?

Pelaporan kinerja terhadap target merupakan bagian dari pemantauan dan pelaporan operasional yang berkelanjutan, serta dilaporkan dalam Laporan Keberlanjutan tahunan. Selain itu, kami menerbitkan laporan kemajuan tengah periode (interim) pada 2025.

Apakah target emisi karbon APRIL dapat tercapai?

Mencapai nol emisi bersih dari penggunaan lahan dan mengurangi intensitas emisi produk sebesar 25% merupakan tantangan besar, tetapi kami berkomitmen penuh untuk mencapai target tersebut.

Kami mendukung penetapan target berbasis ilmu pengetahuan dan telah mengukur emisi GRK di hutan tanaman industri (HTI) gambut dan, baru-baru ini, di HTI tanah mineral melalui empat menara eddy covariance GRK yang telah kami pasang. Dengan menggunakan data primer yang telah kami hasilkan dan masukan lainnya, kami telah menghitung jejak karbon kami (cakupan 1 dan 3).

Kami terus menggunakan berbagai strategi pengurangan dan mitigasi emisi baik dalam operasi kehutanan maupun manufaktur untuk mencapai target kami, termasuk, peningkatan berkelanjutan dalam pengelolaan lahan gambut yang bertanggung jawab, peningkatan inisiatif konservasi dan restorasi, serta peralihan ke sumber energi terbarukan.

Bagaimana APRIL akan mencapai target pengurangan emisi pabrik?

Kami menetapkan target untuk mengurangi emisi karbon produk dengan menggunakan lebih banyak bahan bakar biomassa dan mengurangi konsumsi energi per ton produk yang diproduksi. Kami menargetkan 90% energi pabrik berasal dari energi terbarukan.

Kami akan memenuhi 50% kebutuhan energi operasi serat kami dari sumber energi bersih dan terbarukan. Kami telah menerapkan B30 diesel yang mengandung 30% biomassa, dan juga mulai menguji konversi beberapa truk pengangkut kayu kami menjadi mesin gas alam sebagai langkah menuju masa depan emisi yang lebih rendah. Pencapaian target emisi pabrik kami melibatkan penggunaan persentase biomassa yang lebih tinggi dan mengurangi kebutuhan energi pabrik agar menjadi lebih efisien.

Apakah APRIL2030 juga berlaku bagi pemasok jangka panjang, jangka pendek atau pasar terbuka?

APRIL2030 mencakup operasional kami sendiri dan mitra pemasok. Kami juga mengajak seluruh rantai nilai kami untuk mendukung pencapaian target 2030, dan kami berharap dapat mendorong dan memengaruhi pihak lain untuk mengejar tingkat ambisi yang sama.

Mengapa pencegahan kebakaran tidak menjadi bagian dari target APRIL2030?

Pencegahan dan penanggulangan kebakaran sudah tertanam dalam operasional kami. Program Desa Bebas Api kami telah terbukti efektif selama lima tahun terakhir dan terus ditingkatkan melalui Aliansi Bebas Api. Dengan infrastruktur operasional yang sudah berjalan dengan baik, kami dapat fokus pada area penting lainnya melalui APRIL2030.

Bagaimana APRIL akan mendorong pengembangan ilmu pengetahuan lahan gambut tropis?

Pada 2021, kami menyelesaikan pembangunan Eco Camp untuk program Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang juga berfungsi sebagai Pusat Ilmu Gambut Tropis. Kami ingin mendorong dan mendukung penelitian lahan gambut tropis oleh para ilmuwan dan akademisi dari dalam dan luar negeri. Kami juga menyambut kehadiran para pemangku kepentingan yang ingin melihat langsung kegiatan restorasi ekosistem di lapangan.

Ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap konservasi lahan gambut dan memajukan pemahaman ilmiah tentang lanskap hutan rawa gambut tropis. Hal ini adalah kelanjutan dari infrastruktur penelitian yang sudah ada, termasuk akses ke menara gas rumah kaca dan penelitian berkelanjutan tentang dinamika karbon, hidrologi, dan penurunan muka tanah,serta melengkapi pekerjaan yang telah dilakukan oleh Kelompok Ahli Gambut Independen kami.

Pada 2024, sebagai bagian dari komitmen APRIL2030, kami memperkuat kemitraan dan kolaborasi yang sedang berlangsung, berpartisipasi dalam konferensi dan dialog ilmiah, serta menerbitkan makalah ilmiah yang memperkaya ilmu pengetahuan lahan gambut tropis. Sampai dengan Desember 2024, ilmuwan APRIL telah menjalankan 242 kolaborasi, berpartisipasi dalam 77 konferensi, dan berkontribusi pada 14 publikasi tentang ilmu pengetahuan lahan gambut.

Mengapa APRIL masih menanam di lahan gambut di bawah APRIL2030?

Sebagian besar kawasan konsesi hutan tanaman industri (HTI) kami berada di ekosistem lahan gambut dan kami berkewajiban mengelola lanskap ini secara bertanggung jawab. Bukti menunjukkan pengelolaan lanskap lahan gambut yang bertanggung jawab sangat penting dalam mencegah emisi yang tidak terkendali, terutama yang diakibatkan oleh tidak adanya pengelolaan air yang tepat, pembakaran, dan perambahan hutan alam.

Pengalaman kami juga menunjukkan bahwa kuncinya adalah menjaga keseimbangan antara produksi, proteksi, dan kebutuhan sosial di lanskap. Kami telah berinvestasi besar dalam ilmu pengetahuan untuk memandu praktik pengelolaan lahan gambut kami, baik untuk kawasan HTI maupun kawasan konservasi/restorasi.

Bagaimana APRIL bisa mengklaim sebagai perusahaan “iklim positif” jika masih beroperasi di lahan gambut?

Kami mengakui adanya emisi gas rumah kaca dari operasi lahan gambut, jadi dalam beberapa tahun terakhir kami telah menghasilkan data primer menggunakan ilmu pengetahuan terkini untuk mengukur emisi kami. Hal ini membantu menentukan upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi.

Pada tingkat lanskap, kita tahu bahwa pengelolaan lahan gambut yang bertanggung jawab adalah kunci mitigasi emisi. Ini berarti pencegahan kebakaran secara proaktif dan pengelolaan air terbaik. Hasilnya, lanskap lahan gambut kami menjadi salah satu lahan gambut dengan pengelolaan terbaikdi wilayah ini.

Kami juga berkomitmen mengurangi emisi melalui proyek konservasi dan restorasi kami, dimulai dengan proyek Restorasi Ekosistem Riau yang memulihkan lebih dari 150.000 hektare hutan gambut di Semenanjung Kampar Riau.

svg+xml;charset=utf — APRIL Asia
sustainable growth — APRIL Asia

Method

Waste disposed is recorded through various means of measurement including estimation of weight by waste type. Particular waste types as described above are measured as a wet waste and converted to a bone dry (BD) weight. The wet waste weight is multiplied by the consistency of each waste type to determine the BD. The consistency is predetermined by the lab.

Baseline
71kg/T

Performance 2022

On Track

sustainable growth — APRIL Asia

Method

The DPTW utilisation rate and % of textile waste per tonne of product will be based on R&D lab/pilot/demo procedures.

Baseline
0%

Performance 2022

In Development

sustainable growth — APRIL Asia

Method

Water consumption per tonne of product is calculated based on water consumed in the production of saleable pulp, paper, viscose staple fiber and viscose yarn measured by flow meters, via calculation and water balances divided by the production figures for saleable pulp, paper, viscose staple fibre and viscose yarn.

Baseline
28 m3/T

Performance 2022

Not Progressing

sustainable growth — APRIL Asia

Method

Soda content within the liquor cycle and losses are determined by means of mass balance based on daily lab analysis.

Lime volume in the lime kiln and losses are determined by means of lime make-up.

The recovery rate is calculated net of the percentage of make-up amounts added. The annual figure is based on the average monthly recovery rate.

Baseline
96%

Performance 2022

Not Progressing

inclusive progress — APRIL Asia

Method

Number of Mill and Nursery contractor calculated based on Man Power data which grouped by gender level calculated as a monthly average.

Baseline
2571

inclusive progress — APRIL Asia

Method

The number of own and supply partners employees is calculated based on year-end Man Power data which is grouped by gender. The identification of leadership position refer to employees’ grade D2 or Manager level and above.

Baseline
55 women employees in leadership positions

Performance 2022

Progressing

inclusive progress — APRIL Asia

Method

Women’s effective participation is identified from the participation list for each program. Percentage of female participation is calculated by the number of women participating divided by the total participants.

Baseline
34%

Performance 2022

Progressing

inclusive progress — APRIL Asia

Method

In development

Baseline
In development

Performance 2022

Progressing

inclusive progress — APRIL Asia

Method

In development

Baseline
In development

Performance 2022

Progressing

inclusive progress — APRIL Asia

Method

In development

Baseline
In development

Performance 2022

Progressing

inclusive progress — APRIL Asia

Method

We engaged third party to conduct assessment in APRIL-supported schools using the framework that was developed by Research Triangle Institute (RTI) and USAID.

Baseline
In development

Performance 2022

Progressing

inclusive progress — APRIL Asia

Method

Poverty mapping is identified through:

  1. Desktop analysis using National Statistics, Village Potential Statistics, SMERU Poverty Map.
  2. On-the-ground verification through FGD, village transect walk, interview with community.

Baseline
3%

Performance 2022

Progressing

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Peer-reviewed scientific journal publication standards

Baseline
1

Performance 2022

On Track

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Documentation of Participation (presentation of papers or posters) in national and international dialogues, workshops and conferences

Baseline
6

Performance 2022

On Track

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Number of scientists from universities and research institutions that have collaborated with APRIL on peatland management during the calendar year

Baseline
9

Performance 2022

On Track

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Wood deliveries (excluding open market supply) to the mill are used as a basis to calculate MAI (Tonnes/ Ha/Yr). The MAI is based on the 3 year area weighted rolling average growth for all closed compartments.

Baseline
20T/ha/yr

Performance 2022

On Track

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Methodology to be developed specific to animal species and does not include plants. Qualifying initiatives may vary widely in nature but must have the animal protection as the primary objective.

Partnerships will be developed and documented in line with an overarching strategy prioritizing stakeholders and threats specific to the country of Indonesia assessed.

Performance 2022

Progressing

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

May include various initiatives relating to conservation of RTE species to be defined in a priority list, initiatives may be conducted solely or in collaboration with other stakeholders.

Baseline
2

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Methodology to be developed to measure change in ecosystem services and values over time (carbon sequestration, water provision, resource provision including fish and honey)

Baseline
not yet developed

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Reports for reforestation of previously encroached and degraded area including all areas where assisted natural regeneration, planting or enrichment planting of species that improve habitat value have taken place during the year but excludes natural regeneration.

Baseline
275 ha

Performance 2022

Progressing

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Area within conservation is derived from land bank which is based on land cover analysis and is updated annually to capture any boundary changes, land use changes or measurement data.

Baseline
0 ha Net loss

Performance 2022

Not Progressing

thriving landscapes — APRIL Asia

Method

Landscape conservation funding includes restoration and conservation costs associated with the RER as well as the allocation of a proportion of the costs related to APRIL’s maintenance of conservation values under its production-protection model. The allocation is based on proportionate amount of each cost that is related to conservation and restoration.

The wood volume is based on wood delivered to the Mill.

Baseline
USD$0.7 per tonne of plantation fiber

Performance 2022

On Track

climate positive 1 — APRIL Asia

Method

Mill

Calculate from the records of fuel types used the amount consumed in boilers to generate power, heat and steam including energy use for mobile & including transportation. Each of the fuel types are converted to energy expressed by Giga Joule Lower Heating Value (GJ LHV) following the IPCC guidelines.

Baseline: 87%

Performance 2022

On Track

Forest Operations

Calculate from the records of fuel types the quantity consumed by major categories of forest management activities by Fiber operations.

This covers energy used for Forest operations, infrastructure including wood transport from estate to mill; When a blend of fuel types is used (such as B20) the contribution to renewable and cleaner energy targets is calculated separately for each fuel rather than considering the blend as a cleaner fuel type.

Baseline: 19%

Performance 2022

Progressing

climate positive 1 — APRIL Asia

Method

APRIL follows the international GHG protocol as developed by WRI/WBCSD to develop its emissions profile. The total emissions measured as emissions intensity is calculated based on tonnes of Scope 1 and 2 Mill Greenhouse Gas Emissions per tonne of product (paper, pulp and viscose). The emissions boundary scope covers gate-to-gate (wood processing in wood yard until pulp, paper and viscose production) of the three main GHGs: CO2, CH4, and N2O.

Baseline
0.55 tCO2e/product tonne

Performance 2022

On Track

climate positive 1 — APRIL Asia

Method

To quantify the total GHG emission and removals across APRIL’s land bank from land use, APRIL follows the GHG Protocol Agricultural Guidance and IPCC Guidelines for Agricultural, Forestry, and Other Land Use. To detect the land cover change within the look-back period, i.e. 20 years APRIL utilized the remotely sensed data.

The GHG emission will be calculated as the total of carbon stock changes in woody biomass and soil organic carbon and include all major carbon fluxes such as peat decomposition, plantation growth and harvesting, and fires.

To quantify the amount of carbon unit to balance the emission, the Verified Carbon Standard (VCS), the Climate, Community and Biodiversity Standards (CCB), or other internationally accepted standard will be used.

Performance 2022

Progressing

This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.