{"id":12423,"date":"2020-10-21T18:57:07","date_gmt":"2020-10-21T18:57:07","guid":{"rendered":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/2020\/10\/21\/tanggapan-april-perihal-data-kebakaran-tahun-2019-greenpeace\/"},"modified":"2025-02-20T07:36:55","modified_gmt":"2025-02-20T07:36:55","slug":"tanggapan-april-perihal-data-kebakaran-tahun-2019-greenpeace","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/articles\/tanggapan-april-perihal-data-kebakaran-tahun-2019-greenpeace\/","title":{"rendered":"Tanggapan APRIL Perihal Data Kebakaran Tahun 2019 GREENPEACE"},"content":{"rendered":"<p>APRIL telah memberikan tanggapan  atas sejumlah pertanyaan  yang diajukan Greenpeace berdasarkan analisis yang mereka lakukan terkait dugaan   kebakaran serta area-area yang terbakar di konsesi APRIL antara tahun 2015 dan 2019.   Tanggapan kami pada Greenpeace  sekaligus membarui tanggapan komprehensif yang sudah kami sampaikan pada Greenpeace atas laporan mereka tentang topik yang sama pada September 2019, dan turut memasukkan data kebakaran dari tahun sebelumnya. <\/p>\n<p>Berdasarkan data yang telah diverifikasi di lapangan, kami  menolak  klaim Greenpeace yang menyatakan bahwa terdapat lahan seluas 10.220 hektar terbakar di konsesi APRIL dan  pemasok   di tahun 2019. Total area terbakar di konsesi APRIL dan konsesi mitra pemasok kami di tahun 2019 telah diverifikasi seluas 30 hektar, sedangkan total area terbakar yang telah diverifikasi di tahun 2015 s.d. 2019 ialah 1.912 hektar.<\/p>\n<p>Sebagai latar belakang, APRIL telah menyampaikan peta area konsesi  perusahaan kepada Greenpeace pada bulan Oktober 2018 yang mencakup area konsesi mitra pemasok dan juga sejumlah pemasok pasar terbuka kami. Kami juga menyampaikan peta konsesi yang sama kepada World Resources Institute setiap tahunnya guna mendukung platform pemantauan mereka, yaitu Global Forest Watch. Peta konsesi rantai pasok kami juga terbuka bagi publik dan dapat dilihat di <a href=\"https:\/\/sustainability.aprilasia.com\/id\/\" rel=\"noopener noreferrer\" target=\"_blank\">Dasbor Keberlanjutan<\/a>. <\/p>\n<p><strong>Fakta Kebakaran <\/strong><br \/>\nDalam tanggapan kami pada Greenpeace, kami menggunakan kesempatan tersebut untuk kembali menjelaskan perbedaan antara data APRIL yang telah dicek di lapangan dan angka-angka yang disebutkan Greenpeace berdasarkan analisis yang mereka lakukan. Tanggapan kami didukung oleh  data detail yang diambil berdasarkan citra satelit Landsat 7 dan 8.<\/p>\n<p>Pada September 2019, kami menyampaikan kepada Greenpeace bahwa total area yang terbakar ialah seluas 1.304 hektar, yang mencakup area konsesi APRIL dan pemasok  antara tahun 2015 dan 2018, dan bukanlah 55.600 hektar sebagaimana diidentifikasi oleh Greenpeace. Dua data yang mengakibatkan perbedaan ini ialah terkait PT SRL (pemasok), dengan area yang terbakar dipastikan seluas 757 hektar, sedangkan laporan Greenpeace mencatat angka 14.700 hektar; dan PT SSL (pemasok), dengan area yang terbakar pada periode tersebut telah diverifikasi mencapai seluas 112 hektar, sedangkan laporan Greenpeace mencatat angka 11.600 hektar. <\/p>\n<p>Tabel berikut ini berisi rangkuman peristiwa kebakaran yang telah diverifikasi terjadi di area konsesi APRIL dan pemasoknya:<br \/>\n[table \u201c3\u201d not found \/]<br \/>\n\n<p>Sebagaimana telah kami sampaikan dalam tanggapan pada bulan September 2019 lalu, APRIL telah mengidentifikasi isu teknis dan prosedural yang mungkin mendasari besarnya angka-angka perkiraan   data kebakaran yang disampaikan Greenpeace: <\/p>\n<ul>\n<li>Operasi  pemanenan kayu di hutan tanaman industri kerap tercatat sebagai area terbakar, karena analisis otomatis tidak bisa membedakan antara area yang kayunya dipanen dan area yang terbakar.<\/li>\n<li>Data yang dianalisis Greenpeace tidak ada yang diperiksa hingga ke lapangan, yang merupakan praktik standar penting dalam melakukan identifikasi, verifikasi, dan koreksi atas analisis berdasarkan pengindraan jarak jauh.<\/li>\n<li>Tutupan awan dan bayangan awan sangat mempengaruhi daya interpretasi atas citra\/gambar yang diperoleh dari jarak jauh, karena menghalangi pandangan atau menimbulkan bayangan pada permukaan tanah. Isu ini biasanya muncul dalam penggunaan analisis otomatis.<\/li>\n<li>Hotspot (titik panas) terbukti merupakan metodologi yang tidak memadai dan tidak andal dalam mendeteksi dan melaporkan kebakaran pada kondisi alam tropis yang lembap. APRIL melakukan pengecekan lapangan atas 100% hotspot yang ada di dalam atau bersebelahan dengan area konsesi kami, dan berdasarkan pengalaman kami bertahun-tahun melakukan verifikasi lapangan kami tahu bahwa lebih dari 90% hotspot yang dilaporkan bukanlah kebakaran.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Citra Landsat berikut ini menjadi contoh area yang  dalam analisis Greenpeace diidentifikasi sebagai area terbakar, yang sesungguhnya merupakan operasi  pemanenan kayu dari wilayah  hutan tanaman industri dan tidak terkait dengan kegiatan pembakaran. DIsamping verifikasi lapangan, citra dari Landsat 7 dan 8 yang memuat detail area operasional APRIL juga mendukung analisis yang kami lakukan. Kami telah membuka kesempatan bagi Greenpeace untuk melakukan pengecekan lapangan pada area-area yang mereka sebut terbakar, dan kami dapat memberikan klarifikasi teknis lebih lanjut bila diperlukan.<\/p>\n<p><strong>PT. RAPP Langgam<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_5105\" style=\"width: 735px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5105\" class=\"wp-image-5105 size-full\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pt-rapp-langgam-01.jpg\" alt=\"\" width=\"725\" height=\"513\"><p id=\"caption-attachment-5105\" class=\"wp-caption-text\">Area konsesi dan area indikasi terbakar<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_5106\" style=\"width: 756px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5106\" class=\"wp-image-5106 size-full\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pt-rapp-langgam-02.jpg\" alt=\"\" width=\"746\" height=\"531\"><p id=\"caption-attachment-5106\" class=\"wp-caption-text\">Citra Landsat per tanggal 24 Juni 2015 jelas menunjukkan kegiatan  pemanenan kayu di hutan  tanaman industri<\/p><\/div>\n<p style=\"clear: both;\"><strong>PT Sumatera Riang Lestari Blok V Sector Rangsang<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_5111\" style=\"width: 735px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5111\" class=\"wp-image-5111 size-full\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pt-sumatera-riang-lestari-blok-v-sSector-rangsang-01.jpg\" alt=\"\" width=\"725\" height=\"513\"><p id=\"caption-attachment-5111\" class=\"wp-caption-text\">Area konsesi dan area indikasi terbakar<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_5112\" style=\"width: 735px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5112\" class=\"wp-image-5112 size-full\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pt-sumatera-riang-lestari-blok-v-sSector-rangsang-02.png\" alt=\"\" width=\"725\" height=\"513\"><p id=\"caption-attachment-5112\" class=\"wp-caption-text\">Citra Landsat per tanggal 3 Februari 2016 jelas menunjukkan kegiatan  pemanenan kayu di hutan  tanaman industri<\/p><\/div>\n<p style=\"clear: both;\"><strong>PT Sumatera Sylva Lestari &#8211; Pasar Pangarayan<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_5113\" style=\"width: 747px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5113\" class=\"size-full wp-image-5113\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pt-sumatera-sylva-lestari-pasar-pangarayan-01.png\" alt=\"\" width=\"737\" height=\"521\"><p id=\"caption-attachment-5113\" class=\"wp-caption-text\">Area konsesi dan area indikasi terbakar<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_5114\" style=\"width: 540px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5114\" class=\"size-full wp-image-5114\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pt-sumatera-sylva-lestari-pasar-pangarayan-02.png\" alt=\"\" width=\"530\" height=\"375\"><p id=\"caption-attachment-5114\" class=\"wp-caption-text\">Citra Landsat per tanggal 30 Mei 2015 jelas menunjukkan kegiatan  pemanenan kayu di hutan  tanaman industri<\/p><\/div>\n<div id=\"attachment_5115\" style=\"width: 540px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5115\" class=\"size-full wp-image-5115\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/pt-sumatera-sylva-lestari-pasar-pangarayan-03.png\" alt=\"\" width=\"530\" height=\"375\"><p id=\"caption-attachment-5115\" class=\"wp-caption-text\">Citra Landsat per tanggal 14 APRIL 2016 jelas menunjukkan penanaman rotasi kedua dan pertumbuhan di hutan  tanaman industri<\/p><\/div>\n<p style=\"clear: both;\"><strong>Sanksi terkait kebakaran<\/strong><\/p>\n<p>APRIL dapat mengkonfirmasi sanksi administratif yang dikeluarkan oleh pemerintah pada periode 2015 s.d. 2019 dalam kaitannya dengan kebakaran (lihat Tabel 2). Sanksi-sanksi tersebut sifatnya administratif, yang mengharuskan dilakukannya  tindak lanjut demi memperkuat kepatuhan terhadap aturan pemerintah, dan bukanlah tindak pidana. Sanksi-sanksi yang dikenakan terkait dengan beberapa isu pengelolaan lahan, termasuk kebakaran ilegal akibat perambahan dan kegiatan pengembangan oleh masyarakat. <\/p>\n[table \u201c5\u201d not found \/]<br \/>\n\n<p><strong>Pendekatan APRIL dalam penanggulangan kebakaran<\/strong><br \/>\nAPRIL merupakan satu-satunya perusahaan di provinsi Riau yang tiap tahun mengumumkan periode Bahaya Kebakaran antara 1 Juli hingga 30 September di seluruh area konsesi perusahaan dan mitra pemasok. Hal ini penting dalam strategi penanggulangan kebakaran   yang lebih luas dalam melakukan Pencegahan, Persiapan, Penanganan, dan Pemulihan, yang secara spesifik difokuskan pada upaya mengurangi dampak kebakaran dan kabut asap.<\/p>\n<p>Pencegahan kebakaran amatlah penting, dan program unggulan kami yaitu <a href=\"https:\/\/www.aprilasia.com\/en\/our-media\/articles\/april-s-fire-free-village-program-ffvp\" rel=\"noopener noreferrer\" target=\"_blank\">Fire Free Village Program<\/a> (FFVP), atau Desa Bebas  Api,  secara erat bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk mengganti pemakaian api sebagai alat untuk mengolah lahan. Per 31 Desember 2019, total area lahan yang tercakup dalam FFVP \u2013 melalui kemitraan dengan sekitar 80 kelompok warga \u2013 ialah 753.604 hektar, area yang luasnya hampir sepuluh kali   Singapura. Pada periode 2014-2019, FFVP telah membantu mengurangi hingga 90% dampak kebakaran dan kabut asap  .<\/p>\n<p>Kami terus  berinvestasi   dalam upaya pemadaman kebakaran \u2013 senilai hingga lebih dari US$9   \u2013 serta melakukan pantauan canggih untuk memantau hotspot (titik panas) melalui satelit pada dua sistem NASA \u2013 satelit NOAA dan MODIS yang menunjukkan anomali termal dalam area seluas 1,1km\u00b2 \u2013 yang melengkapi  data dari menara pemantau kebakaran dan CCTV.  APRIL memiliki tiga menara pemantau kebakaran setinggi 30 meter, 50 menara setinggi 18 meter, dan 50 menara CCTV setinggi 65 meter.  Sebagai bagian dari upaya pencegahan, kami juga  menanggapi kebakaran yang terjadi hingga   3 km di luar area konsesi kami  serta mendukung kegiatan pemadaman kebakaran yang dilakukan pemerintah daerah.<\/p>\n<p>Kami sepakat bahwa kebakaran merupakan ancaman utama bagi hutan dan kehidupan, dan kami akan terus mendukung pemerintah Indonesia, masyarakat setempat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengatasi tantangan ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>APRIL telah memberikan tanggapan atas sejumlah pertanyaan yang diajukan Greenpeace berdasarkan analisis yang mereka lakukan terkait dugaan kebakaran serta area-area yang terbakar di konsesi APRIL&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12422,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1294,680],"tags":[],"class_list":["post-12423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-april-dialog-id","category-dialog-dengan-para-pemangku-kepentingan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12424,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12423\/revisions\/12424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}