{"id":12016,"date":"2018-02-02T16:30:54","date_gmt":"2018-02-02T16:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/2018\/02\/02\/para-pemimpin-perempuan-di-sektor-kehutanan-indonesia\/"},"modified":"2025-02-20T07:37:39","modified_gmt":"2025-02-20T07:37:39","slug":"para-pemimpin-perempuan-di-sektor-kehutanan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/articles\/para-pemimpin-perempuan-di-sektor-kehutanan-indonesia\/","title":{"rendered":"Para Pemimpin Perempuan di Sektor Kehutanan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Di balik senyuman hangat dan sifat lembut Itsna Lathifah Lasmaretty dan Sri Wahdini Rahmi, terdapat keberanian, ambisi dan kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk meraih posisi tinggi di salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di dunia.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun bekerja di industri kehutanan yang didomininasi oleh laki-laki, baik Itsna, Kepala Area Penilaian Kualitas Proses dan Produk Pulp di Departemen Teknik, maupun Sri, <em>Continuous Improvement Champion,<\/em> menduduki tingkat manajemen menengah di unit operasi APRIL, PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bekerja di daerah \u00a0pedesaan Provinsi Riau.<\/p>\n<p>Sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di Indonesia, APRIL bekerja untuk berkontribusi pada pencapaian pemerintah Indonesia atas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (<em>Sustainable Development Goals\/SDGs<\/em>).<\/p>\n<p>SDGs adalah serangkaian tujuan, target, dan indikator yang diadopsi oleh negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyusun agenda mereka selama 15 tahun ke depan guna mengentaskan segala bentuk kemiskinan, melawan ketidaksetaraan, dan mengatasi perubahan iklim. Tujuan ke-5 berusaha untuk mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.<\/p>\n<div id=\"attachment_3559\" style=\"width: 970px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.unwomen.org\/en\/digital-library\/multimedia\/2017\/7\/infographic-spotlight-on-sdg-5\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3559\" class=\"size-full wp-image-3559\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/sdg-5.png\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"624\"><\/a><p id=\"caption-attachment-3559\" class=\"wp-caption-text\">From UN Women&#8217;s website: 5.5.2 Proportion of women in managerial positions.<\/p><\/div>\n<p>Itsna bertanggung jawab atas strategi-strategi kualitas produksi, sementara Sri meninjau sejumlah departemen untuk memeriksa bahwa produktivitas kerja dan standar-standar efisiensi terpenuhi. Itsna mengelola sebuah tim yang beranggotakan 30 teknisi, yang mayoritas laki-laki , sementara Sri memimpin empat rekan kerjanya.<\/p>\n<p>Saat ini 89% tenaga kerja APRIL adalah laki-laki, mencerminkan komposisi tenaga kerja industri kehutanan global, sebagaimana dijabarkan dalam laporan \u00a0organisasi PBB Food and Agriculture Organization (FAO).<\/p>\n<p>Lokasi kerja yang terpencil di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, telah mendorong APRIL untuk membangun sebuah pusat pelatihan dan sejumlah program di lokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat setempat serta mengajak lebih banyak talenta-talenta lokal untuk bekerja dengan perusahaan.<\/p>\n<p><iframe title=\"APRIL Good For Community: Female Forester Excelling in the Industry\" width=\"1080\" height=\"608\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/TWeT1aeTMYA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Jalur karir kedua wanita ini \u00a0memiliki alur yang serupa, keduanya bergabung sebagai <em>graduate trainee<\/em> dengan gelar di bidang kimia. Setelah dua tahun bekerja dan menyelesaikan program <em>graduate trainee<\/em>, mereka dipilih untuk mengikuti Program Magister di Asian Institute of Technology di Bangkok, Thailand.<\/p>\n<p>Namun tidak selamanya perjalanan mereka mulus karena terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Itsna menyebutkan bahwa ibunya meminta agar ia tidak lanjut bekerja di perusahaan karena sang ibu khawatir dengan keamanan anak perempuannya mengingat ia bekerja juga untuk shift pekerjaan malam.<\/p>\n<div id=\"attachment_3557\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3557\" class=\"size-large wp-image-3557\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Itsna-1024x716.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"716\"><p id=\"caption-attachment-3557\" class=\"wp-caption-text\">Itsna Lathifah Lasmaretty<\/p><\/div>\n<p>\u201cPada awalnya, saya mulai jadwal kerja malam \u00a0pada pukul 11 malam dan selesai pada pukul 7 pagi; hal tersebut membuat ibu saya khawatir atas keamanan saya. Kekhawatiran ibu saya dapat dimengerti,\u201d ujar Itsna, 35 tahun. \u201cBahkan meskipun pada waktu itu tidak banyak perempuan yang bekerja di sana, saya merasa aman karena petugas keamanan menjaga \u00a0kami.\u201d<\/p>\n<p>Sri menghadapi tantangan yang berbeda: persepsi budaya tentang peran perempuan. Ia menjelaskan: \u201cKarena pekerjaan saya melibatkan banyak koordinasi dan memberikan instruksi-instruksi, beberapa laki-laki sulit menerima bahwa seorang perempuan memberitahukan apa yang harus mereka lakukan.\u201d<\/p>\n<div id=\"attachment_3558\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3558\" class=\"size-large wp-image-3558\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Sri-Rahmi-1024x610.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"610\"><p id=\"caption-attachment-3558\" class=\"wp-caption-text\">Sri Rahmi Wahdini, Continuous Improvement Champion, di salah satu lokasi kerjanya.<\/p><\/div>\n<p>\u201cJadi, saya mengkhususkan waktu untuk membangun rasa percaya,\u201d katanya, ia menambahkan: \u201cSaya menunjukkan kepada mereka bahwa saya kompeten dalam pekerjaan saya, siap \u00a0kerja sama dengan mereka dan selalu siap untuk memberikan bantuan.\u201d<\/p>\n<p>Demikian pula, Itsna mengatakan bahwa ia harus berusaha \u00a0untuk mendapatkan kepercayaan dari rekan kerja laki-lakinya. \u201cDi tahun-tahun awal, saya bahkan mengerjakan notulen rapat untuk menunjukkan bahwa saya berdedikasi dan kooperatif, namun hal itu juga karena saya sangat ingin mempelajari pekerjaan saya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Para pemimpin ini \u00a0tidak berpikir dua kali untuk senantiasa terjun langsung dilapangan \u00a0\u00a0\u00a0untuk mengumpulkan sampel-sampel atau memeriksa pengukuran-pengukuran instrumen.<\/p>\n<p>Kata Itsna: \u201cSaya berdialog \u00a0dengan para teknisi untuk memahami kendala mereka dan menunjukkan pada mereka bahwa saya tertarik dengan apa yang mereka kerjakan. Hal ini membantu karena, bagaimanapun juga, dibutuhkan kerja tim dalam \u00a0menjalankan industri pulp, jadi kita harus membangun hubungan yang lebih baik.\u201d<\/p>\n<p>Kini, keduanya melihat lebih banyak perempuan yang terjun ke industri ini. \u201cIni adalah tren yang bagus karena perempuan memiliki sejumlah keterampilan yang berbeda; beberapa cenderung lebih hati-hati dan teliti, dan ini dapat melengkapi keterampilan rekan kerja laki-laki mereka,\u201d kata Sri, 34 tahun.<\/p>\n<p>Memang, bagi Itsna dan Sri, bukan hanya komitmen atas pekerjaan yang membuat mereka menjadi pemimpin perempuan yang sukses tapi juga karena komitmen mereka untuk terus belajar dan tekad kuat untuk menunjukkan bahwa mereka adalah manajer yang cakap dalam industri kehutanan yang kompetitif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di balik senyuman hangat dan sifat lembut Itsna Lathifah Lasmaretty dan Sri Wahdini Rahmi, terdapat keberanian, ambisi dan kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk meraih posisi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12015,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1294,688],"tags":[1228,1036,1236,1246,1041,1044],"class_list":["post-12016","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-april-dialog-id","category-dari-lapangan","tag-april-group-id","tag-pemberdayaan-perempuan","tag-rapp-id","tag-riau-andalan-pulp-and-paper-id","tag-sdgs-5-indonesia","tag-tujuan-pembangunan-berkelanjutan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12016"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12017,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12016\/revisions\/12017"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}