{"id":11831,"date":"2017-05-18T17:21:33","date_gmt":"2017-05-18T17:21:33","guid":{"rendered":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/2017\/05\/18\/mata-di-angkasa-peran-pantauan-titik-panas-oleh-satelit-pada-deteksi-dini-karhutla-di-riau\/"},"modified":"2025-02-20T07:48:57","modified_gmt":"2025-02-20T07:48:57","slug":"mata-di-angkasa-peran-pantauan-titik-panas-oleh-satelit-pada-deteksi-dini-karhutla-di-riau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/articles\/mata-di-angkasa-peran-pantauan-titik-panas-oleh-satelit-pada-deteksi-dini-karhutla-di-riau\/","title":{"rendered":"Mata di Angkasa: Peran Pantauan Titik Panas oleh Satelit Pada Deteksi Dini Karhutla di Riau"},"content":{"rendered":"<p>Pencegahan karhutla di Provinsi Riau, Indonesia dilakukan dengan berbagai cara \u2013 mulai dari Program Desa Bebas Api <em>(Fire F<\/em><em>ree <\/em><em>V<\/em><em>illage <\/em><em>P<\/em><em>rogramme<\/em><em>)<\/em> yang berbasis kemasyarakatan dan kolaborasi serta ketanggapan tim pemadam kebakaran di lapangan hingga kontribusi vital pantauan dari angkasa.<!--more-->Data titik panas yang direkam beragam satelit mengidentifikasi titik-titik panas atau <em>hotspots<\/em> dengan potensi kebakaran.<\/p>\n<p>Istilah <em>hotspot<\/em> atau titik panas tersebut telah menjadi bagian dari upaya untuk mencegah kebakaran di Sumatera dan menjadi istilah umum.<\/p>\n<p>Meskipun titik panas yang\u00a0 dieteksi satelit tidak selamanya merupakan <em>fire spot<\/em> atau titik api, komitmen untuk mencapai masa depan yang bebas karhutla berarti setiap indikasi titik panas harus diinvestigasi.<\/p>\n<p>Kami berbincang dengan Manajer Pencegahan Kebakaran, <strong>Craig Tribolet<\/strong> mengenai titik-titik panas\/ <em>hotspot<\/em> serta pengintegrasian pemantauan titik panas dalam <a href=\"https:\/\/youtu.be\/og4NTSbBjEc\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">upaya pencegahan karhutla di Riau<\/a>.<\/p>\n<p><strong>Apakah definisi<\/strong><strong> titik api<\/strong><strong> atau yang lebih dikenal umum sebagai <em>hotspot<\/em><\/strong><strong>?<\/strong><\/p>\n<p>Kami menggunakan data satelit dari dua platform terpisah yang berbasis NASA untuk membantu memantau risiko potensi kebakaran di dalam area konsensi APRIL; hal ini berjalan bersamaan dengan elemen-elemen program pencegahan kebakaran kami.<\/p>\n<p>Salah satu instrumennya, MODIS, berada di satelit AQUA dan TERRA milik NASA. Instrumen tersebut mengidentifikasi area dengan temperature 37<sup>o<\/sup>C pada malam hari atau 42<sup>o<\/sup>C pada siang hari. Tim lapangan kami kemudian akan mencari tanda-tanda api dalam radius 1,1 km. Platform terbaru lainnya, VIIRS, berada pada satelit NASA\/NOAA dan menggunakan teknologi inframerah. Ketika satelit-satelit tersebut mengidentifikasi sebuah titik panas dalam sebuah rentang spektral, tim lapangan kami akan melakukan verifikasi lapangan dalam radius 375 meter. Penting untuk dicatat bahwa satelit-satelit ini tidak secara harfiah menangkap sebuah titik, tapi mengidentifikasi sebuah daerah yang harus dicek secara fisik untuk mengetahui di mana lokasi titik panas yang sebenarnya.<\/p>\n<p><strong>Apa <\/strong><strong>saja <\/strong><strong>jenis teknologi yang <\/strong><strong>digunakan<\/strong><strong> dalam mengidentif<\/strong><strong>i<\/strong><strong>kasi titik-titik <\/strong><strong>panas\/ <em>hotspot<\/em><\/strong><strong> dan siapa yang mengoperasikan satelit tersebut?<\/strong><\/p>\n<p>Pencitraan berbasis satelit berasal dari dua platform NASA dan dianalisis dengan menggunakan algoritma titik panas tertentu melalui sebuah layanan NASA yang disebut <em>Fire Information for Resource Management System <\/em>(FIRMS) yang mengirimkan data saat itu juga (<em>real-time data<\/em>) dalam kisaran waktu tiga jam sejak satelit melintasi area-area konsensi kami.<\/p>\n<p>Data titik panas dapat dengan mudah dilihat oleh masyarakat umum dengan mengakses beberapa platform seperti situs <em>Global Forest Watch<\/em> atau <em>ASEAN<\/em><em> Haze Online Map<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Siapa<\/strong><strong> yang <\/strong><strong>memantau dan memberitahukan Anda jika<\/strong><strong> terdapat titik panas? <\/strong><\/p>\n<p>Setiap pagi kami menerima sebuah unduhan satelit, termasuk data seluruh titik panas terbaru dengan lokasi garis lintang\/bujurnya yang berada di dalam atau berdekatan dengan area konsesi kami.<\/p>\n<p>Tim Perencanaan kami menganalisis data dan memetakan informasi lokasi garis lintang dan bujur dari titik-titik panas tersebut. Titik-titik panas yang berada di dalam atau dekat dengan area konsensi kami akan dikirim ke Tim Perlindungan dan Kebakaran masing-masing Estate, yang kemudian ditugaskan untuk melakukan verifikasi lapangan di setiap area titik panas tersebut.<\/p>\n<p><strong>Berapa banyak rata-rata peringatan<\/strong> <strong>titik <\/strong><strong>panas\/ <em>hotspot<\/em><\/strong><strong> yang Anda terima?<\/strong><\/p>\n<p>Selama musim kemarau, kami bisa mendapat puluhan titik panas dalam satu hari. Namun bisa juga tidak ada sama sekali.<\/p>\n<p>Ketika terjadi titik panas dalam jumlah banyak, kondisi ini menjadi menantang karena titik panas yang diidentifikasi oleh MODIS dapat terletak di mana saja dalam radius satu kilometer; berkat VIIRS menjadi lebih mudah karena hanya menjadi 375 meter. Ketika menemukan dalam jumlah besar, kami menggunakan helicopter untuk mengecek titik panas tersebut; kerap kali yang ditemukan adalah atap seng dari berbagai bangunan.<\/p>\n<div id=\"attachment_3028\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-3028\" class=\"size-large wp-image-3028\" src=\"https:\/\/april.hellopomelo.space\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/FireTeamDiscussion-1-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"576\"><p id=\"caption-attachment-3028\" class=\"wp-caption-text\">Diskusi Tim APRIL di Control Room<\/p><\/div>\n<p><strong>Apa <\/strong><strong>runtutan <\/strong><strong>tindakan yang dilakukan ketika muncul sebuah peringatan titik<\/strong><strong> panas<\/strong><strong>?<\/strong><\/p>\n<p>Tim Perlindungan dan Kebakaran Estate menggunakan sebuah GPS untuk melacak lokasi titik panas berdasarkan informasi dari Tim Perencanaan. Hal ini juga digunakan sebagai rekam bukti bahwa kami menindaklanjuti informasi titik panas dan melakukan verifikasi lapangan.<\/p>\n<p>Terkadang, kami butuh untuk berkendara beberapa jam dari estate ke suatu area untuk melakukan verifikasi lapangan. Pada area-area dengan medan sulit atau sangat terpencil, kami juga akan menggunakan <em>drone<\/em> untuk mendapatkan sebuah gambar atas bentang alam tersebut. <em>D<\/em><em>rone<\/em> menjadi penting karena kita dapat memperoleh data hanya dalam waktu lima menit sejak mereka mengudara tanpa harus mengunjungi sebuah area tertentu dan sebuah <em>drone<\/em> dapat memberi kami sebuah gambaran yang terpercaya.<\/p>\n<p>Tim Kebakaran juga menganalisa risiko mengingat bahwa 100% kebakaran disebabkan oleh manusia; tim tidak akan berkendara tanpa arah dengan harapan mereka akan menemukan titik panas. Jadi, mereka memprioritaskan area-area berisiko tinggi \u2013 di antaranya area-area pembukaan lahan terbaru atau area perambahan liar, pengembangan perkebunan baru, jalur-jalur akses seperti jalan raya dan sungai, perumahan.<\/p>\n<p>Pada hari yang cerah, pencarian sebuah titik panas tidak sulit bagi tim untuk melihat atau mencium bau asap.<\/p>\n<p>Ketika Tim mulai mendapatkan lusinan peringatan titik panas, di saat itulah kami akan menggunakan helikopter untuk memastikan dari udara. Tentunya terdapat rangkaian tindakan yang berbeda jika sebuah titik panas (hotspot) terkonfirmasi sebagai titik api (fire spot).<\/p>\n<p><strong>Seberapa penting pemantauan titik <\/strong><strong>panas\/hotspot<\/strong><strong> dalam pencegahan kebakaran secara keseluruhan?<\/strong><\/p>\n<p>Pemantauan merupakan hal yang penting untuk memastikan respon cepat \u2013 semakin cepat pendeteksian titik api, semakin kecil kebakaran yang terjadi dan semakin mudah dan aman untuk padamkan. Jadi alat-alat penginderaan jarak jauh secara waktu nyata <em>(<\/em><em>real-time<\/em><em>)<\/em> seperti informasi titik panas (hotspot) menjadi sangat berguna \u2013 khususnya pada area-area terpencil yang sulit dijangkau oleh tim patroli lapangan. Informasi hotspot menjadi bagian dari <em>toolkit<\/em> pemantauan yang lebih luas termasuk patroli darat dan udara berkala serta informasi yang dikirim oleh masyarakat ke Sambungan Langsung (<em>Hotline<\/em>) Kebakaran 24 jam kami.<\/p>\n<p><strong>Berapa persen<\/strong><strong>tase<\/strong><strong> dari titik<\/strong><strong> panas\/ hotspot<\/strong><strong> yang<\/strong><strong> terbukti merupakan titik api dilapangan<\/strong><strong>?<\/strong><\/p>\n<p>Faktanya sekitar 5% dari titik panas merupakan titik api \u2013 sebagian besar dari hotspot\/titik panas tersebut cenderung merupakan lokasi-lokasi pada bentang alam yang memanas seperti tanah kosong, perairan dangkal serta struktur bangunan yang didirikan manusia seperti atap seng. Dan juga, awan dan asap dapat secara serius membatasi kemampuan satelit untuk mendeteksi kebakaran.<\/p>\n<p>Meski demikian, pemantauan titik panas merupakan bagian yang sangat penting dari upaya pendeteksian karhutla secara keseluruhan karena tujuan utama kami adalah \u201cZero Fire\u201d. Tidak ada satu elemen pun dari <em>toolkit<\/em> pencegahan kebakaran kami yang kami perlakukan secara eksklusif. Verifikasi karhutla di lapangan, kegiatan inisiatif masyarakat, penggunaan \u00a0<em>drone <\/em>dan helikopter, serta hasil pantauan berbagai satelit dipadukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangn karhutla.<\/p>\n<p><iframe width=\"560\" height=\"415\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/X_NMELYK0YE\" frameborder=\"0\" allow=\"autoplay; encrypted-media\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pencegahan karhutla di Provinsi Riau, Indonesia dilakukan dengan berbagai cara \u2013 mulai dari Program Desa Bebas Api (Fire Free Village Programme) yang berbasis kemasyarakatan dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":11830,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[1294,671],"tags":[1234,900,836],"class_list":["post-11831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-april-dialog-id","category-perspektif","tag-april-indonesia-id","tag-karhutla-riau","tag-pencegahan-karhutla"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11833,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11831\/revisions\/11833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11830"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/april.hellopomelo.space\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}